
Foto: Pemukulan Gong sebagai tanda Pembukaan Rakor Bawaslu
SURABAYA | CMN.COM — Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Lolly Suhenty, S.Sos.I., M.H., menekankan pentingnya penguatan kehumasan sebagai bagian integral dari kerja pengawasan pemilu.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan kehumasan yang diikuti jajaran Bawaslu Jawa Timur, Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Timur, tenaga ahli, serta jajaran sekretariat dan pengelola kehumasan Di Hotel Harris Surabaya. (25/08/2026)
Lolly menegaskan dalam sambutannya, kehumasan tidak boleh hanya dipahami sebagai aktivitas dokumentasi, foto, dan publikasi. Humas harus mampu menerjemahkan kerja pengawasan menjadi informasi yang jujur, faktual, aktual, edukatif, dan mudah dipahami masyarakat.
“Peran humas sedang diuji dan dipertaruhkan untuk dapat tampil di depan menjadi teras penjaga keadilan pemilu. Memastikan humas bukan sekadar tukang foto, tukang posting,” tegas Lolly.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi menuntut Bawaslu menjadikan media sosial sebagai ruang komunikasi dan interaksi dengan publik. Setiap konten perlu dievaluasi berdasarkan respons dan manfaatnya bagi masyarakat, bukan semata-mata jumlah tayangan atau pengikut.
Lolly juga mendorong jajaran Bawaslu untuk berani berinovasi dalam menyampaikan pesan pengawasan. Konten harus kreatif, relevan dengan karakter masyarakat, serta mampu menjangkau kelompok pemilih yang beragam, termasuk generasi muda.
Ia menekankan bahwa penguatan kehumasan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur Bawaslu. Setiap kerja pengawasan dari masing-masing divisi dapat menjadi bahan komunikasi publik sepanjang disampaikan secara akurat dan sesuai tugas serta fungsi kelembagaan.
Bagi Lolly, publikasi yang baik harus selalu berangkat dari kerja nyata Bawaslu, baik dalam pengawasan, pencegahan, pendidikan politik, maupun penguatan partisipasi masyarakat.
“Informasi yang kita sampaikan harus memberikan pemahaman dan manfaat kepada masyarakat, hal itu menjadi salah satu prinsip yang ditekankan dalam penguatan komunikasi publik Bawaslu.” Ujarnya
Dengan pendekatan tersebut, kehumasan diharapkan tidak hanya memperluas informasi mengenai kerja Bawaslu, tetapi juga memperkuat transparansi, partisipasi masyarakat, dan kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
(Sb. Santo)