
KEDIRI| CMN.COM — Suasana Sidang Pleno III Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2026 sempat menghangat akibat menguatnya perbedaan pandangan di antara peserta forum. Namun dinamika tersebut akhirnya dapat dikelola melalui mekanisme musyawarah hingga seluruh agenda sidang terselesaikan. Kediri 22/6/2026
Perbedaan sikap yang muncul dalam pembahasan sejumlah materi membuat jalannya sidang berlangsung lebih dinamis dibanding sesi sebelumnya. Beberapa peserta menyampaikan pandangan secara terbuka, yang kemudian memicu interupsi dan adu argumentasi dalam forum. Meski demikian, pimpinan sidang bersama para kiai dan unsur peserta berupaya menjaga agar dinamika tersebut tetap berada dalam koridor tata tertib organisasi. Proses dialog dan klarifikasi menjadi jalan untuk meredakan ketegangan yang sempat terjadi.
Seiring berjalannya waktu, suasana forum kembali kondusif dan pembahasan dapat dilanjutkan hingga tuntas. Seluruh agenda Sidang Pleno III akhirnya berhasil dirampungkan tanpa mengganggu kesepakatan utama yang telah dibangun sebelumnya.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam keterangannya menegaskan bahwa seluruh rangkaian Munas-Konbes berjalan sesuai harapan. Ia menyebut dinamika yang terjadi merupakan bagian dari proses musyawarah dalam organisasi besar yang menaungi beragam pandangan.
Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, perbedaan pendapat dipandang sebagai bagian dari ikhtiar mencari titik temu terbaik. Karena itu, forum musyawarah tetap menjadi ruang utama untuk menyatukan berbagai pandangan demi kepentingan organisasi.
Dengan berakhirnya Sidang Pleno III ini, Munas-Konbes NU 2026 melanjutkan agenda konsolidasi menuju tahapan berikutnya yang akan menjadi pijakan penting menjelang Muktamar ke-35 NU. (Sb.Santo)
